bodoh?mungkin.ini bukan tentang duniaku,tapi tentang dunia mereka.ya mereka para wanita sahabatku. aku suka heran dengan mereka,mereka selalu bercerita tentang seseorang yang jelas jelas tidak terlalu perduli dan tidak pernah memberi kepastian. mereka bertahan untuk seseorang tersebut. mungkin sudah lama mereka bertahan untuk itu dan sudah dapat ditebak hasilnya,sama sekali tidak ada perubahan. sekali lagi aku heran dibuatnya,mereka bilang "tak apa bertahan sendiri,mungkin nanti dia akan berubah dan sadar dengan sendirinya". hebat bukan para wanita ini? bertahan sendiri dengan menahan keegoisan diri.
lalu apa ini yang dinamakan tulus?jika jawabannya iya,aku tidak sependapat.aku tetap menamakan hal ini kebodohan.
apa dengan rasa sakit dan memupuk kebencian lalu mengasihani diri sendiri itu lebih mudah untuk mundur dari kata bertahan?
-fikhapratikta-
No comments:
Post a Comment